Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak

Hepatitis A merupakan tipe hepatitis yang paling ringan. Hal ini disebabkan infeksi virus hepatitis A (VHA) umumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan jaringan hati. Mereka yang terinfeksi oleh virus ini, 99% dapat pulih sepenuhnya. Hepatitis A menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A (VHA).

Hepatitis A juga dapat menular melalui mulut (sering melalui makanan dan minuman). Ditandai dengan infeksi kornis tanpa kerusakan dalam jangkat waktu yang lama. Dapat sembuh dan memiliki kekebalan sepanjang hidupnya serta pengobatan dapat diberikan dengan pemberian antibodi dan vaksin hepatitis A.

vaksin-hepatitis A

Hepatitis A meski menular namun dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 bulan. Sehingga tidak ada pengobatan yang spesifik untuk mengobati hepatitis A. Namun ada banyak cara untuk menghindari dan mencegah penularan dari hepatitis A yang mungkin jarang kita sadari.

Pencegahan penularan virus hepatitis A dapat kita lakukan dari kehidupan sehari-hari mulai dari kebersihan akan diri sendiri hingga kebersihan akan lingkungan rumah sekitar baik di dalam maupun di luar rumah atau skeitar tempat tinggal dengan cara :

1. Cukup istirahat dengan tujuan untuk memberikan energi baru dari energi yang telah hilang. Sehingga sistem kekebalan tubuh dapat pulih dan bekerja lebih baik dengan energi baru untuk memeperangi infeksi.

2. Mengonsumsi suplemen atau obat anti mual. Penggunaan suplemen vitamin tambahan atau obat anti mual guna membantu pencegahan rasa mual yang merupakan salah satu gejala dari penyakit hepatitis A yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Kebutuhan gizi, nutrisi dan vitamin harus tetap terjaga guna membantu proses penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan virus hepatitis A.

3. Istirahatkan organ hati (liver). Hepatitis merupakan cikal bakal dari gangguan fungsi organ hati (liver) yang dapat bersifat kronis). Virus hepatitis menyerang organ hati. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis umumnya akan terlihat seperti perut yang menggelembung disertai warna tubuh yang kuning.

Organ hati juga memerlukan waktu istirahat untuk mengembalikan fungsi kerja organ hati dan memetabolisme berbagai jenis obat yang masuk ke dalam tubuh. Mereka yang terinfeksi penyakit hepatitis selain diberikan vaksin, dokter umumnya akan memberikan jenis obat-obatan tertentu sebagai penguat sistem kekebalan tubuh agar virus hepatitis tidak berkembang dan menyebar hingga ke organ hati. Jika virus hepatitis menyerang hati, maka organ hati (liver) akan mengalami peradangan sehingga pengobatan akan semakin kompleks dan sulit.

Pemberian vaksin yang diberikan 3-6 bulan dalam satu tahun atau satu tahun sekali akan membantu menghentikan penyebaran virus. Namun, umumnya hepatitis A ini bersifat ringan, sehingga penyebaran virus dari hepatitis A dapat dihentikan dan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis A dengan pemberian vaksin yang teratur akan sembuh.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

Hepatitis virus akut muncul terutama disebabkan oleh hepatitis virus A (HVA), hepatitis virus B (HVB) atau hepatitis virus non A non B (HVNANB). Virus lainnya antara laina dalah Cytomegalovirus, virus Epstein-barr.

Manifestasi klinis dari hepatitis virus dapat ikterik atau non ikterik. Pada fase praikterik (fase prodromal) terdapata sedikit demam, anoreksi, mual, muntah-muntah dan nyeri perut, berlangsung dari beberapa hari sampai dua minggu. fase ikterik biasnaya muncul sesudah gejala demam dan gejala gastrointestinal mereda, sklera menjadi ikterik dapat diikuti dnegan urine berwarna gelap, pembesaran hati disertai rasa nyeri dan splenomegali.

hepatitis-a

Perjalanan penyakit hepatitis virus A biasanya akut, sedangkan pada hepatitis virus B atau non A dan non B biasanya sama-samar, namun cenderung menjadi lebih berat.

Dalam perjalanan penyakit-penyakit virus ini disertai adnaya gambaran laboratorik yang spesifik, baik pada pemeriksaan kimia darah untuk faal hati maupun pemeriksaan serologisnya.

Pada pemeriksaan kimia darah faal hati akan didapatkan kenaikan kadar SGOT, SGPT, serta bilirubin sedangkan pada pemeriksaan serologi akan memberikan gambaran positif dari HBsag, IgM anti-HAV dan IgM anti HBC.

Apapun bentuk dari hepatitis. Hepatitis tetap harus dicegah dan diobati dengan pemberian vaksin yang disesuaikan dengan usia dan jangkat waktu pemberian vaksin. Selain pemberian vaksin, perlu dilakukan pencegahan dan pengobatan yang dilakukan oleh seluruh lapisan baik pemerintah maupun masyarakat.

Berikut bentuk dari pencegahan dan pengobatan untuk menghindari penyakit hepatitis A, adalah :

1. Masyarakat diberikan penyuluhan agar memelihara sanitasi dan kebersihan sehari-hari seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makanan atau setelah mengganti popok anak.

2. Perbaikan sanitasi pembuangan tinja dan sampah disertai penyediaan sarana air bersih yang menjangkau segenap masyarakat.

3. Di negara maju sudah membrikan vaksinasi hepatitis A terutama kepada golongan berisiko tinggi terinfeksi seperti kelompok Homoseksual dengan pasangan seksualnya, antara para pengguna obat narkotika jenis suntikan, petugas laboratorium yang sehari-hari bekerja menangani penderita atau pelancong yang akan berpergian ke negar berkembang seperti Asia dan Afrika.

4. Pemberian vaksin ulangan (booster) bermanfaat untuk perlindunggan terhadap infeksi virus hepatitis A dalam waktu yang lebih lama.

Di Indonesia, kiranya vaksinasi hepatitis A belum masuk rangking pemegang kebijakan kesehatan, karena hepatitis A tidak mematikan dan tidak menimbulkan penyakit hati yang kronis. Masih banyak penyakit lain yang lebih mematikan dan menimbulkan masalah yang belum tergarap.

5. Penderita yang terlihat sedang kuning (sudah di konfirmasi secara laboratorium) sebaiknya dipisahkan dari keluarga lain sekitar 1 minggu. tetapi bila gejala kuning berlalu, besar kemungkinan penderita sudah tidak mengeluarkan virus lagi, berarti sudah aman bersama-sama keluarga lagi.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A Penyebab

Seseorang menjadi panik karena penyakit hepatitis A biasanya karena tidak mengetahui karakteristik dan perjalanan penyakit hepatitis A. Apabila seorang pendertita hepatitis A atau keluarga terdekat mengenal tipikal penyakit ini maka kecemasan dan kepanikan tidak perlu terjadi. Pada dasarnya penyakit hepatitis A ini bersidat self limited disease (dapat sembuh dengan sendirinya).

Pemeriksaan serologi merupakan suatu cara untuk mengetahui bagaimna tanggapan tubuh terhadap kuman (virus atau bakteri) yang masuk ke dalam tubuh. Begitu virus masuk dalam tubuh seseorang maka sistem kekebalan tubuh akan memberikan tanggapan. Tanggapan tersebut berupa meningkatnya kadar antibodi tubuh. Antibodi tubuh yang dibentuk sebagai tanggapan terhadap virus hepatitis A adalah IgM anti HAV (hepatitis A virus) dan IgG anti HAV.

Hepatitis-A-Virus

Pola penularan virus hepatitis A terjadi melalui fekal-mulut (fekal-oral). Artinya, keberadaan virus tersebut mula-mula di dalam tinja seseorang yang menderita hepatitis A. Kemudian, bisa jadi virus tersebut mengontaminasi makanan, minuman atau peralatan makan yang digunakan orang lain. Seseorang lain itu akan menajdi sakit apabila mengonsumsi atau menggunakan makanan, minuman atau peralatan makan yang telah terkontaminasi virus hepatitis A. Virus hepatitis A akan masuk melalui mulut dan berkembang biak di dalam organ hati (liver).

Penyakit hepatitis A memiliki nama lainnya adalah Infectious Hepatitis, Epidemic Hepatitis, eEpidemic jaundice, Catarrhal jaundice, Type A Hepatitis, secara laboratorium diistilahkan sebagai HAV. Perjalanan penyakit hepatitis A adalah sebagai berikut

- Biasanya terjadi tiba-tiba suhu badan menjadi panas
- Nafsu makan yang menurun
- Rasa mual-mual, rasa tidak enak di dalam perut
- Malas-malasan dan lemah
- Kemudian dalam beberapa hari selaput putih mata, telapak tangan dan kulit seperti kekuning-kuningan (jaundice).

Di beberapa negara berkembang dimana sanitasi belum memuaskan dalam arti sistem sanitasi masih terbilang belum memenuhi standar kebersihan. Karena salah satu penyebaran dan penularan virus hepatitis A ini melalui tinja atau feses manusia akibat sistem sanitasi yang kurang baik sehingga infeksi virus hepatitis banyak dan mudah terjadi.

Penyakit hepatitis A ini banyak menyerang anak-anak dengan gejala yang tidak jelas dan kalaupun adanya gejala umumnya bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Pada keadaan ini diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan serologi untuk memperlihatkan adanya azat antivirus hepatitis A ( IgM HA) di dalam darah si anak. Hilangnya gejala-gejala klinik tersebut di ataas kadang-kadang baru hilang setelah beberapa bulan.

Sekitar 15% penderita penyakit hepatitis A bisa kambuh lagi dalam jangka waktu setahun. Berat ringannya penyakit hepatitis A tergantung dari usia seseorang. Makin tua umur, makin berat gejala yang dikeluhkan. Namun demikian secara keseluruhan angka kematian karena hepatitis A hanya 0,1-0,3%, tetapi ada manula bisa lebih tinggi sampai 1,8%. Kematian biasanya karena jenis hepatitis adalah yang fulminant hepatitis A.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Hepatitis A

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis A. Di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini telah beredar vaksin hepatitis A yaotu havrix yang mengandung virus hepatitis A yang telah dilemahkan. Hepatitis A merupakan penyakit jaringan hati yang ringan dapat sembuh sendiri, khususnya pada anak. Walaupun gejalanya lebiih nyata dan lebih berat dari hepatitis B, penyakit hepatitis A jarang menyebabkan komplikasi atau kematian. Hepatitis A ditandai dengan gejala demam, mual, lesu, kuning pada mata dan kulit disertai warna kencing yang cokelat kemerahan. Biasanya penyakit ini akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu. penyembuhan pada anak mungkin terjadi dalam waktu yang lebih pendek.

Hepatitis-A-Virus

Imunisasi hepatitis A merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis A. Pemberian imunisasi ini dapat diberikan untuk usia di atas 2 tahun. Imunisasi awal menggunakan vaksin Havrix (berisis hepatitis A strain HM 175 yang dinonaktifkan) dengan 2 suntikan dan interval 4 minggu, booster pada 6 bulan setelahnya. Jika menggunakan vaksin MSD dapat dilakukan 3 kali suntikan pada usia 6 dan 12 bulan.

Vaksin virus hepatitis A yang diinaktifkan telah dikembangkan dan terbukti efktif dalam pencegahan hepatitis A. Rekomendasi yang rinci berkenaan dengan penggunaan vaksin hepatitis A, termasuk pada anak, tidak tersedia sebelum dilisensi adalah mungkin bahwa rekomendasi demikian akan memasukkan indivdu risiko karena perjalanan.

Hepatitis A termasuk satu penyakit Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatotropik. Virus hepatitis A tergolong picornavirus dan menular melalui kontak erat dan jalur oral-fekal (misalnya memakan makanan/minuman yang tercemar oleh virus ini). Indonesia merupakan daerah endemis hepatitis virus A.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis A

Seseorang yang baru saja terpapar virus hepatitis A dan sebelumnya belum pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis A harus diberi dosis tunggal vaksin hepatitis A  atau immunoglobulin (IG) (0,02 mL/kg) Hal yang harus dilakukan adalah mencegah penyakit hepatitis A dengan  sesegera mungkin.

  1. Bagi seseorang yang sehat, berusia 12 bulan-40 tahun, diberikan dosis tunggal vaksin hepatitis A.
  2. Bagi yang berusia > 40 tahun, lebih baik diberikan immunoglobulin (IG) atau vaksin hepatitis A bila immunoglobulin tidak tersedia.
  3. Bagi anak-anak yang berusia <12 bulan, orang yang mengalami penurunan system kekebalan tubuh, penderita penyakit hepatitis kronis, dan bagi orang yang vaksinasi hepatitis a merupakan kontra-indikasi berikan IG.

Mencegah penyakit hepatitis A pada saat melancong (travelling) adalah :

Seseorang yang melakukan perjalanan atau bekerja didaerah endemis hepatitis A disarankan untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A atau immunoglobulin sebelum keberangatannya ke tempat itu.

  1. Dosis tunggal vaksin hepatitis A diberikan sebelum keberangkatan
  2. Seorang dewasa yang mengalami penurunan system kekenalan  tubuh, menderita penyakit hepatitis kronis atau penyakit kronis lainnya, dan yang merencanakan melakukan perjalanan atau bekerja < 2 minggu harus mendapatkan vaksinasi awal dan immunoglobulin.
  3. Anak yang berusia <12 bulan atan alergi terhadap vaksin hepatitis A perlu diberi immunoglobulin (0,02 mL/kg), yang mampu memberikan proteksi efektif lebih dari 3 bulan.

Untuk mengatasi masalah ini, pilihan yang lebih tepat  untuk mencegah penyakit hepatitis A bagi mereka yang mengalami kontak dengan penderita hepatitis A (pascaparan) adalah dengan memberikan imunisasi pasif dengan imunglobulin.  Imunoglobulin adalah antobodi yang diperoleh dari plasma manusia. Dengan pemberian immunoglobulin maka zat ini segera memberikan respons apabila pada saat itu virus hepatitis A menginfeksi tubuh.  Dapat diibaratkan pemberian immunoglobulin identik dengan memasukkan tentara yang siap perang melawan virus hepatitis A ke dalam tubuh, sedangkan vaksinasi identik dengan memasukkan musuh (antigen) ke dalam tubuh yang memaksa tubuh untuk bereaksi dengan memproduksi tentara (antobodi). Singkat kata, immunoglobulin lebih efektif apabila digunakan sebagai upaya pencegahan pascaparan. Kelemahan imunoglobulin bahwa antibody  ini memberikan perlindungan kira-kira hanya selama 6 bulan.

Hepatitis sendiri merupakan tipe hepatitis yang paling ringan. Hal ini disebabkan infeksi virus hepatotos A (VHA) umumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan jaringan hati. Mereka yang terinfeksi oleh virus ini, 99% dapat pulih sepenuhnya. Hepatitis A menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh VHA.  Vaksin virus hepatitis A yang diinaktifkan telah dikembangkan dan terbukti efektid dalam pencegahan  hepatitis A. Rekomendasi yang rinci berkenaan dengan penggunaan vaksin hepatitis A, termasuk pada anak, tidak tersedia sebelum dilisensi; adalah mungkin bahwa rekomendasi demikian akan memasukkan individu beresiko karena perjalanan.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A

Hepatitis viral merupakan penyakit ini tersering dilaporkan di dunia. Hepatitis viral dapat disebabkan oleh virus A, B, C, D, E dan G, sedangkan 5% diantaranya disebabkan oleh virus sekunder yaitu Epstein Barr Virus (EBV), Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes Virus (HSV). Penyakit hepatitis dapat terjadi dalam bentuk akut atau menahun. Gambaran klinik hepatitis sangat bervariasi mulai dari yang ringan, transien dan tanpa gejala atau berat, berlarut-larut dan menjadi fatal.

Gambar : Infeksi hepatitis A

Hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepaitis A (VHA) merupakan virus RNA. Penularan penyakit hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar VHA atau melalui tinja. Kebanyakan penderita hepatitis A terjadi pada anak dimana 100% terjadi pada usia dibawah 5 tahun dan merupakan 32 % dari kasus hepatitis.

Infeksi dengan virus hepatitis A sering terjadi pada pasien dengan sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan yang kurang menguntungkan. Infeksi dengan VHA terjadi 2-6 minggu setelah terpapar dengan virus tersebut, kadang-kadang tanpa gejala klinik dan tidak ada ikterus yaitu warna kuning pada kulit.

Pada kasus yang lebih berat didapatkan kelainan fatal hati berupa peningkatan aktivitas SGOT, SGPT, kadar bilirubin dalam beberapa hari dan di dalam tinja penderita dijumpai banyak VHA yang kemudian diekresikan melalui feses. Gejala klinik dapat berupa cholestatis intrahepatik yaitu penyumbatan saluran empedu di dalam hati yang dapat sembuh spontan. Pada bentuk berat, tidak akan terjadi penyakit hati yang kronik, tetapi 0,1 % infeksi dapat menimbulkan kematian.

Segera setelah infeksi dengan virus hepatitis A akan didapatkan virus di dalam tinja disertai dengan timbulnya antibodi IgM dan beberapa hari kemudian akan timbul antibodi IgG dalam serum. Adanya anti-HAV IgG menandakan kekebalan yang kadarnya tinggi setelah fase akut dan akan terdeteksi dalam jangka waktu lama.

Selain disebabkan oleh infeksi masa lampau, anti-HAV IgG dapat timbul 2 minggu pasca vaksinasi. Tingginya anti HAV IgG > 20 IU/ml menandakan adanya kekebalan. Infeksi dengan virus hepatitis A dapat terjadi berulang (reinfeksi) bila pasien terpapar kembali deegan ditemukan kembali anti-HAV IgM.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Hepatitis A

Virus hepatitis A masuk dalam famili picornaviridae, genus hepatovirus, penyebarannya melalui virus dari tinja penderita. Buruknya sanitasi lingkungan mendorong penyebaran virus. Gejala muncul setelah 1-2 minggu infeksi. Ditunjukan dengan kelelahan, mual, muntah, nyeri diperut atau rasa tidak nyaman terutama di daerah hati, demam dan nyeri otot. Juga warna kuning (jaundice) dikulit dan mata, hingga awam menyebutnya penyakit kuning.

Jaundice disebabkan tingginya level bilurubin, zat yang diproduksi sel-sel darah merah yang sudah tua dan normalnya dibuat oleh liver (hati). Infeksi virus menyebabkan peradangan pada sel hati, sehingga bilirubin disimpan oleh kantung empedu dan masuk ke usus dan darah, yang menyebabkan warna kulit dan bola mata kekuningan.

Hepatitis A jarang menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Dalam beberapa minggu, gejala hilang dan virus terbuang dari tubuh. Imunitas terhadap birus ini akan terbentuk setelah penderita sembuh. Tidak ada pengobatan khusus, Guna mempercepat penyembuhan, pasien perlu istirahat untuk memberi kesempatan sistem imun memerangi infeksi virus. Bis aminum obat antimual, untuk mengembalikan nafsu makan.

Sebaiknya dalam pembuatan makanan perlu memperhatikan kebersihan. Cuci tangan sebelum makan dan setelah keluar toilet. Masak makanan sampai matang, terutama daging, ayam, telur, seafood. Pastikan daging sudah tidak berwarna kemerahan. Rebus sup hingga 70 derajat celcius. Makanan dapat disimpan di lemari pendingin. Tapi jangan terlalu lama dan sebelum dihidangkan panasnya.

Tidak seperti hepatitis A, hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) menular melalui melalu darah dan cairan tubuh. Seperti lewat hubungan seksual, penularan  dari ibu ke janin, tranfusi darah dan pemakaian alat suntik yang tidak steril dan bergantian. Bisa menyebabkan parut hati (sirosis), gagal hati, bahkan kanker hati. Pencegahan dengan vaksin hepatitis B saat balita. Vaksin hepatitis C belum ada. Virus ini sangat variatif dan mutasinya tinggi sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka ragam.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A Menular

Hepatitis A adalah penyakit yang sangat menular dan virusnya ditemukan dalam tinja yang terinfeksi oleh hepatitis A. Orang yang seperti itu mengeluarkan virus dalam tinja  mereka sekitar dia minggu sebelum dan sekitar lima sampai tujuh hari setelah munculnya gejala.

Virus hepatitis biasanya menyebar melalui :

1. Kontak Langsung
Misalnya anda dapat terkena virus hepatitis A dari seorang anak yang terinfeksi jika anda tidak mencuci tangan setelah membersihkan anak yang baru saja buang air besar.

2. Makanan dan Minuman Yang Terkontaminasi
Anda dapat terkena hepatitis A setelah meminum air yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi, seperti sayuran mentah dan moluska (misalnya kerang, siput, dan berbagainya). Hepatitis A juga menyebar cepat melalui tukang masak yang terinfeksi virus dan tidak mencuci tangan mereka setelah buang air besar atau sebelum memasak makanan. Sanitasi yang buruk, ruang yang oenuh sesak dan kebersihan pribadi yang buruk meningkatkan resiko penyebaran infeksi hepatitis A.

Hepatitis A biasanya disebut penyakit perjalanan (travel disease) karena sering terjadi diantara orang bepergian, terutama mereka yang bepergian dari area dimana hepatitis A tidak terlalu sering terjadi. Kendati infeksi nisa menyebar di wilayah manapun, termasuk hotel atau kota yang paling modern, resiko paling tinggi ada pada orang yang tinggal di, atau mengunjungi daerah pedesaan, menjelajahi wilayah terpencil, atau sering makan dan minum di wilayah bersanitasi buruk.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Pencegahan Hepatitis A

Penyakit hepatitis juga disebut-sebut sebagai gejala awal dari timbulnya penyakit liver bahkan bila tingkat penyakit hepatitis sudah dalam keadaan kronis akan berimbas pada penyakit kanker hati. Penyakit hepatitis dan penyakit liver ini memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama.

Penyakit hepatitis terbagi menjadi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, D dan E. Pencegahan dapat dilakukan dengan tepat jika kita mengetahui cara-cara penularan berbagai penyakit  hepatitis. Hepatitis A menular melalui makanan dan minuman yang tercemar feses penderita hepatitis A. Kebiasaan membeli makanan dan minuman di sembarang tempat meningkatkan resiko tertular penyakit hepatitis A. Makanan mentah maupun setengah matang berpotensi terkontaminasi virus ini.

Berikut cara mencegah penyakti hepatitis A :

1. Imunisasi

Imunisasi sangat efektif mencegah infeksi suatu penyakit. Setelah imunisasi tubuh akan menghasilkan antibodi yang merupakan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Imunisasi hepatitis A diberikan pada anak-anak usia antara 2 hingga 18 tahun sebanyak satu kali. Orang dewasa membutuhkan imunisasi ulang (booster) setelah 6 hingga 12 bulan imunisasi pertama. Kekebalan yang didapat dari imunisasi ini dapat bertahan selama 15 hingga 20 tahun. Namun seseorang yang telah diimunisasi dapat terkena hepatitis A jika ia terinfeksi virus hepatitis A antara waktu 2 hingga 4 minggu setelah imunisasi, karena pada saat itu tubuh belum menghasilkan antibodi dalam jumlah cukup.

Mereka yang sebaiknya mendapatkan imunisasi ini adalah:

- Pekerja restoran atau yang biasa menangani makanan
- Remaja yang tinggal di asrama pelajar yang mengalami kontak erat dengan teman-temannya.
- Pekerja dan anak-anak pada tempat penitipan anak
- Pekerja laboratorium

2. Imunitas sementara

Mereka yang sering bepergian ke daerah lain sebaiknya mendapatkan kekebalan sementara untuk mencegah infeksi virus hepatitis A terutama jika daerah tujuannya adalah daerah endemik hepatitis atau daerah yang sanitasinya buruk. Imunitas sementara dapat diperoleh dengan pemberian immunoglobulin (Ig). Ig untuk pencegahan hepatitis A berisi antivirus hepatitis A yang sangat efektif setelah 2 minggu pemberian. Untuk mereka yang harus menetap di daerah endemik, Ig anti virus hepatitis A sebaiknya diulang setiap 3 hingga 5 bulan.

3. Menjaga kebersihan

Mencuci tangan dengan menggunakan sabun  setiap kali selesai buang air besar dan kecil sangat dianjurkan untuk menghambat penularan virus hepatitis A. Hal yang sama perlu dilakukan pula pada saat sebelum makan, mengolah dan menyiapkan makanan.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Umum Hepatitis A

Penyakit hepatitis A memang masih tergolong penyakit yang tidak terlalu berbahaya karena jarang sekali yang menyebabkan kematian. Penyakit hepatitis A ini disebabkan oleh penyebaran virus hepatitis A atau VHA yang dapat ditularkan melalui makanan atau minuman dan sumber lainnya yang terkontaminasi secara langsung tanpa kita ketahui. Umumnya penularan vrius hepatitis A ini melalui fecal oral yakni suatu virus yang ditemui pada feses manusia.

Setelah berkembang penyakit hepatitis A ini ternyata tidak hanya ditulakan melalui feses manusia, namun dapat menular melalui makanan atua minuamn yang terkontaminasi bahkan dapat tertular melalui hubungan seksual dengan penderita hepatitis A.

Umumnya gejala dari penyakit hepatitis A ini sama dengan gejala penyakit lainnya, terutama pada penyakit liver atau hati atau yag lebih dikenal di masyarakat luas sebagai penyakit kuning yang merupakan gejala awal dari penyakit hepatitis A ini.

Gejala-gejala umum dari hepatitis A ini adalah :

1. Tubuh yang mulai merasa mudah kelelahan
2. Diikuti rasa ingin muntah karena mual
3. Nyeri perut, terutama pada bagian di daerah hati/liver yang terletak di sisi kanan bawah tulang rusuk
4. Mulai kehilangan nafsu makan
5. Tubuh demam
6. Perubahan pada warna urine yang berwarna gelap atau sedikit kecokelatan
7. Nyeri otot
8. Perubahan pada warna putih mata menjadi kuning (jaundice) yang merupakan gejala yang paling menonjol diantara gejala lainnya dan gejala ini merupakan gejala yang mudah diketahui.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , | Leave a comment