Penyakit Hepatitis A

Hepatitis viral merupakan penyakit ini tersering dilaporkan di dunia. Hepatitis viral dapat disebabkan oleh virus A, B, C, D, E dan G, sedangkan 5% diantaranya disebabkan oleh virus sekunder yaitu Epstein Barr Virus (EBV), Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes Virus (HSV). Penyakit hepatitis A dapat terjadi dalam bentuk akut atau menahun. Gambaran klinik hepatitis sangat bervariasi mulai dari yang ringan, transien dan tanpa gejala atau berat, berlarut-larut dan menjadi fatal.

Penyakit Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A

 PENYAKIT HEPATITIS A

Hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepaitis A (VHA) merupakan virus RNA. Penularan penyakit hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar VHA atau melalui tinja. Kebanyakan penderita hepatitis A terjadi pada anak dimana 100% terjadi pada usia dibawah 5 tahun dan merupakan 32 % dari kasus hepatitis.

Infeksi dengan virus hepatitis A sering terjadi pada pasien dengan sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan yang kurang menguntungkan. Infeksi dengan VHA terjadi 2-6 minggu setelah terpapar dengan virus tersebut, kadang-kadang tanpa gejala klinik dan tidak ada ikterus yaitu warna kuning pada kulit.

Pada kasus yang lebih berat didapatkan kelainan fatal hati berupa peningkatan aktivitas SGOT, SGPT, kadar bilirubin dalam beberapa hari dan di dalam tinja penderita dijumpai banyak VHA yang kemudian diekresikan melalui feses. Gejala klinik dapat berupa cholestatis intrahepatik yaitu penyumbatan saluran empedu di dalam hati yang dapat sembuh spontan. Pada bentuk berat, tidak akan terjadi penyakit hati yang kronik, tetapi 0,1 % infeksi dapat menimbulkan kematian. Segera setelah infeksi dengan virus hepatitis A akan didapatkan virus di dalam tinja disertai dengan timbulnya antibodi IgM dan beberapa hari kemudian akan timbul antibodi IgG dalam serum. Adanya anti-HAV IgG menandakan kekebalan yang kadarnya tinggi setelah fase akut dan akan terdeteksi dalam jangka waktu lama.

Selain disebabkan oleh infeksi masa lampau, anti-HAV IgG dapat timbul 2 minggu pasca vaksinasi. Tingginya anti HAV IgG > 20 IU/ml menandakan adanya kekebalan. Infeksi dengan virus hepatitis A dapat terjadi berulang (reinfeksi) bila pasien terpapar kembali deegan ditemukan kembali anti-HAV IgM.

Virus hepatitis A masuk dalam famili picornaviridae, genus hepatovirus, penyebarannya melalui virus dari tinja penderita. Buruknya sanitasi lingkungan mendorong penyebaran virus. Gejala muncul setelah 1-2 minggu infeksi. Ditunjukan dengan kelelahan, mual, muntah, nyeri diperut atau rasa tidak nyaman terutama di daerah hati, demam dan nyeri otot. Juga warna kuning (jaundice) dikulit dan mata, hingga awam menyebutnya penyakit kuning.

PENYAKIT KUNING HEPATITIS A

Jaundice disebabkan tingginya level bilurubin, zat yang diproduksi sel-sel darah merah yang sudah tua dan normalnya dibuat oleh liver (hati). Infeksi virus menyebabkan peradangan pada sel hati, sehingga bilirubin disimpan oleh kantung empedu dan masuk ke usus dan darah, yang menyebabkan warna kulit dan bola mata kekuningan.

Hepatitis A jarang menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Dalam beberapa minggu, gejala hilang dan virus terbuang dari tubuh. Imunitas terhadap birus ini akan terbentuk setelah penderita sembuh. Tidak ada pengobatan khusus, Guna mempercepat penyembuhan, pasien perlu istirahat untuk memberi kesempatan sistem imun memerangi infeksi virus. Bis aminum obat antimual, untuk mengembalikan nafsu makan.

Sebaiknya dalam pembuatan makanan perlu memperhatikan kebersihan. Cuci tangan sebelum makan dan setelah keluar toilet. Masak makanan sampai matang, terutama daging, ayam, telur, seafood. Pastikan daging sudah tidak berwarna kemerahan. Rebus sup hingga 70 derajat celcius. Makanan dapat disimpan di lemari pendingin. Tapi jangan terlalu lama dan sebelum dihidangkan panasnya.

Tidak seperti hepatitis A, hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) menular melalui melalu darah dan cairan tubuh. Seperti lewat hubungan seksual, penularan  dari ibu ke janin, tranfusi darah dan pemakaian alat suntik yang tidak steril dan bergantian. Bisa menyebabkan parut hati (sirosis), gagal hati, bahkan kanker hati. Pencegahan dengan vaksin hepatitis B saat balita. Vaksin hepatitis C belum ada. Virus ini sangat variatif dan mutasinya tinggi sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka ragam.

CARA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HEPATITIS A

Cara menyembuhkan penyakit hati hepatitis A dengan menggunakan bahan alami adalah :

  1. Kunyit
    Kandungan minyak atsiri yang ada di dalam kunyit mempunyai manfaat sebagai anti mikroba, anti Hiv, dan juga berguna dalam menghambat terjadinya perkembangan dari penyakit kanker payudara. Cara membuat ramuan kunyit ini adalah cuci terlebih dahulu kunyit, kemudian peraslah airnya dan setelah itu campurkanlah dengan madu asli dan air hangat. Ramuan ini diminum 3 kali dalam sehari.
  2. Temulawak
    Kandungan kurkumin dan xanthoriza yang ada di dalam temulawak mempunyai manfaat dalam menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan. Kandungan kurkumin berguna untuk antioksidan alami dan juga mempunyai sifat sebagai hepatotoksik di dalam tubuh. Selain itu temulawak berguna untuk membantu menurunkan kadar lemak darah dan juga membantu meningkatkan daya kekebalan tubuh.
  3. Mahkota dewa
    Kandungan mahkota dewa mengandung zat tanin, flavonoid, fenol, lignan, dan juga minyak atsiri yang berguna dalam menyembuhkan serangan penyakit salah satunya adalah untuk menyembuhkan penyakit hepatitis A. Cara menggunakan ramuan ini adalah dengan yang sudah dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direbus  dan setelah itu air rebusan tadi diminum dengan teratur.

Penyakit Hepatitis A

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak – Hepatitis A merupakan tipe hepatitis yang paling ringan. Hal ini disebabkan infeksi virus hepatitis A (VHA) umumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan jaringan hati. Mereka yang terinfeksi oleh virus ini, 99% dapat pulih sepenuhnya. Hepatitis A menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A (VHA).

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak

PENYAKIT HEPATITIS A

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak? Hepatitis A juga dapat menular melalui mulut (sering melalui makanan dan minuman). Ditandai dengan infeksi kornis tanpa kerusakan dalam jangkat waktu yang lama. Dapat sembuh dan memiliki kekebalan sepanjang hidupnya serta pengobatan dapat diberikan dengan pemberian antibodi dan vaksin hepatitis A.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak? Penyakit Hepatitis A meski menular namun dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 bulan. Sehingga tidak ada pengobatan yang spesifik untuk mengobati hepatitis A. Namun ada banyak cara untuk menghindari dan mencegah penularan dari hepatitis A yang mungkin jarang kita sadari.

CARA MENCEGAH HEPATITIS A

Pencegahan Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak dapat kita lakukan dari kehidupan sehari-hari mulai dari kebersihan akan diri sendiri hingga kebersihan akan lingkungan rumah sekitar baik di dalam maupun di luar rumah atau skeitar tempat tinggal dengan cara :

  1. Cukup istirahat dengan tujuan untuk memberikan energi baru dari energi yang telah hilang. Sehingga sistem kekebalan tubuh dapat pulih dan bekerja lebih baik dengan energi baru untuk memeperangi infeksi.
  2. Mengonsumsi suplemen atau obat anti mual. Penggunaan suplemen vitamin tambahan atau obat anti mual guna membantu pencegahan rasa mual yang merupakan salah satu gejala dari penyakit hepatitis A yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Kebutuhan gizi, nutrisi dan vitamin harus tetap terjaga guna membantu proses penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan virus hepatitis A.
  3. Istirahatkan organ hati (liver). Hepatitis merupakan cikal bakal dari gangguan fungsi organ hati (liver) yang dapat bersifat kronis). Virus hepatitis menyerang organ hati. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis umumnya akan terlihat seperti perut yang menggelembung disertai warna tubuh yang kuning.

Organ hati juga memerlukan waktu istirahat untuk mengembalikan fungsi kerja organ hati dan memetabolisme berbagai jenis obat yang masuk ke dalam tubuh. Mereka yang terinfeksi penyakit hepatitis selain diberikan vaksin, dokter umumnya akan memberikan jenis obat-obatan tertentu sebagai penguat sistem kekebalan tubuh agar virus hepatitis tidak berkembang dan menyebar hingga ke organ hati. Jika virus hepatitis menyerang hati, maka organ hati (liver) akan mengalami peradangan sehingga pengobatan akan semakin kompleks dan sulit.

Pemberian vaksin yang diberikan 3-6 bulan dalam satu tahun atau satu tahun sekali akan membantu menghentikan penyebaran virus. Namun, umumnya hepatitis A ini bersifat ringan, sehingga penyebaran virus dari hepatitis A dapat dihentikan dan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis A dengan pemberian vaksin yang teratur akan sembuh.

Kebersihan dari lingkungan yang kita tempati merupakan salah satu usaha bersama yang harus ditingkatkan. Bukan hanya satu orang saja yang melakukan pembersihan namun yang lain juga harus. Untuk tempat yang banyak ditempati oleh beberapa orang dengan ventilasi udara yang kurang baik serta saluran pembuangan air yang tidak memadai, maka bersiaplah untuk mendapatkan serangan virus penyakit hepatitis A. Namun, untuk tempat-tempat yang seperti itu sebaiknya harus dijaga dengan bersama dan juga diatur siapa yang haarus bertanggung jawa pada kebersihan dalam setiap harinya, maka dengan melakukan cara ini virus penyakit hepatitis akan bisa dicegah.

Pemberian vaksin hepatitis juga diharapkan akan membantu mencegah diri dari penyakit hepatitis A ini. Karena organ yang diserang merupakan organ hati, orang yang biasanya terkena serangan penyebab hepatitis biasanya akan menjadi lebih pucat. Dan tingkat keganasan dari pengaruh virus ini biasanya diharapkan akan membuka mata orang banyak untuk bisa memberikan sedikit waktu luang dalam menjaga kebersihan lingkungan.

GEJALA HEPATITIS A

Gejala penyakit hepatitis A yang biasanya muncul adalah rasa kelelahan pada tubuh dan walaupun sudah tidak melakukan suatu kegiatan atau juga melakukan suatu aktivitas yang bisa menguras tenaga dengan lebih banyak lagi. Badan biasanya akan terasa lelah dan loyo tidak ada semangat sama sekali. Keadaan yang seperti ini akan berlangsung lebih lama. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka lama kelamaan akan menyebabkan virus berkembang menuju ke arah yang semakin parah. Jika merasa lelah, hal ini berarti suatu tanda dari adanya penyakit hepatitis A, maka cobalah melakukan pemeriksaan ke dokter dan jangan menundanya lagi.

Kemudian gejala hepatitis selanjutnya yang terjadi adalah tubuh akan mengalami demam. Dan walaupun cuaca sedang dalam keadaan cerah dan juga panas, namun penderita penyakit hepatitis A biasanya akan merasakan menggigil dan kedinginan dan selalu ingin berselimut. Hal inilah yang akan terjadi. Jika sudah merasa sangat kelelahan, misalnya adalah mengalami ciri penyakit hati yang diakibatkan karena serangan virus yang lain maka temperatur tubuh akan mengalami peningkatan. Dan kadang juga suhu tubuh akan mengalami peningkatan yang merupakan salah satu akibat dari penyakit hepatitis, demam berdarah atau juga penyakit malaria dan jenis penyakit yang lainnya. Namun masih tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter dalam mendapatkan kepastian.

Penyakit Hepatitis A Menular Apa Tidak

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya – Hepatitis virus akut muncul terutama disebabkan oleh hepatitis A (HVA), hepatitis virus B (HVB) atau hepatitis virus non A non B (HVNANB). Virus lainnya antara laina dalah Cytomegalovirus, virus Epstein-barr.

Manifestasi klinis dari hepatitis virus dapat ikterik atau non ikterik. Pada fase praikterik (fase prodromal) terdapata sedikit demam, anoreksi, mual, muntah-muntah dan nyeri perut, berlangsung dari beberapa hari sampai dua minggu. fase ikterik biasnaya muncul sesudah gejala demam dan gejala gastrointestinal mereda, sklera menjadi ikterik dapat diikuti dnegan urine berwarna gelap, pembesaran hati disertai rasa nyeri dan splenomegali.

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

 PENYAKIT HEPATITIS A

Perjalanan penyakit hepatitis virus A biasanya akut, sedangkan pada hepatitis virus B atau non A dan non B biasanya sama-samar, namun cenderung menjadi lebih berat. Dalam perjalanan penyakit-penyakit virus ini disertai adnaya gambaran laboratorik yang spesifik, baik pada pemeriksaan kimia darah untuk faal hati maupun pemeriksaan serologisnya. Pada pemeriksaan kimia darah faal hati akan didapatkan kenaikan kadar SGOT, SGPT, serta bilirubin sedangkan pada pemeriksaan serologi akan memberikan gambaran positif dari HBsag, IgM anti-HAV dan IgM anti HBC.

Apapun bentuk dari hepatitis. Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya dengan pemberian vaksin yang disesuaikan dengan usia dan jangkat waktu pemberian vaksin. Selain pemberian vaksin, perlu dilakukan pencegahan dan pengobatan yang dilakukan oleh seluruh lapisan baik pemerintah maupun masyarakat.

PENYAKIT HEPATITIS DAN PENGOBATANNYA

Berikut bentuk dari Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya untuk menghindari penyakit hepatitis A, adalah :

  1. Masyarakat diberikan penyuluhan agar memelihara sanitasi dan kebersihan sehari-hari seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makanan atau setelah mengganti popok anak.
  2. Perbaikan sanitasi pembuangan tinja dan sampah disertai penyediaan sarana air bersih yang menjangkau segenap masyarakat.
  3. Di negara maju sudah membrikan vaksinasi hepatitis A terutama kepada golongan berisiko tinggi terinfeksi seperti kelompok Homoseksual dengan pasangan seksualnya, antara para pengguna obat narkotika jenis suntikan, petugas laboratorium yang sehari-hari bekerja menangani penderita atau pelancong yang akan berpergian ke negar berkembang seperti Asia dan Afrika.
  4. Pemberian vaksin ulangan (booster) bermanfaat untuk perlindunggan terhadap infeksi virus Penyakit hepatitis A dalam waktu yang lebih lama.Di Indonesia, kiranya Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya vaksinasi hepatitis A belum masuk rangking pemegang kebijakan kesehatan, karena hepatitis A tidak mematikan dan tidak menimbulkan penyakit hati yang kronis. Masih banyak penyakit lain yang lebih mematikan dan menimbulkan masalah yang belum tergarap.
  5. Penderita yang terlihat sedang kuning (sudah di konfirmasi secara laboratorium) sebaiknya dipisahkan dari keluarga lain sekitar 1 minggu. tetapi bila gejala kuning berlalu, besar kemungkinan penderita sudah tidak mengeluarkan virus lagi, berarti sudah aman bersama-sama keluarga lagi.

CARA MENANGANI PENYAKIT HEPATITIS A

Penanganan pada penyakit hepatitis A dan pengobatannya dengan menggunakan ramuan herbal salah satunya adalah dengan mengonsumsi Kapsul Maxgiver. Anda juga bisa mengonsumsi bubur dan juga jus buah yang dicampur dengan menggunakan sereal yang menjadi salah satu makanan obat penyakit hati alami yang terbaik. Jika Anda melakukan perawatan di rumah sakit, maka biasakan untuk pasien agar tetap mengonsumsi jenis makanan seperti bubur untuk bisa membantu kesembuhannya agar lebih cepat. Jika tidak segera sembuh, maka akan mengalami beberapa gejala penyakit hati yang berbahaya dan badan biasanya akan cepat gatal walaupun sudah mandi atau juga sudah dibersihkan berulang kali. Gejala dari penyakit hepatitis yang paling sering terjadi adalah jiwa yang mengalami guncangan dan juga menimbulkan suatu masalah pada tekanan jiwa atau juga depresi. Guncangan ini biasanya berhubungan dengan jenis asupan makanan yang kurang baik. Perasaan yang tidak menentu juga akan membuat pikiran menjadi semakin tidak beres. Dorongan dari kelurga sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi hal ini. Jika penderita sudah menunjukkan semua gejala dari penyakit hepatitis An maka lakukanlah pemeriksaan ke dokter dan mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

CARA MENCEGAH HEPATITIS A

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan dorongan teman, saudara dan juga diri sendiri. Cara yang bisa dilakukan adalah :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan dan paling utama adalah toilet.
  2. Buatlah fasilitas toilet yang standar kesehatannya terjaga dan juga sudah ditentukan.
  3. Jika Anda inginmaka sebaiknya menggunaka sendok garpu, gelas dan juga alat makan sendiri dan jangan bersamaan dengan orang lain, setelah makan maka sebaiknya segera bersihkan alat makan Anda.
  4. Dan disaat Anda menggunakan handuk, pasta gigi, serta menggunakan sikat gigi disaat sedang mandi maka pakaialah milik Anda sendiri.
  5. Lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan kepastian mengenai pengobatan penyakit hepatitis a. Anda bisa mendapatkan suntik vaksin yang mempunyai manfaat untuk memberikan kekebalan pada tubuh kita yang sesuai jika mengalami serangan penyakit hepatitis A. Dan yang paling utama adalah disaat gejala penyakit hepatitis A sudah muncul.

Pengobatan pada penyakit hepatitis An biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama yakni sekitar 6 bulan. Dan biasanya pasien akan diperbaiki tingkat gizinya dengan cara memberikan jenis makanan yang bisa menunjang proses penyembuhan. Saat ini, dari beberapa penelitian yang dilakukan di Jerman menemukan bahwa jus wortel bisa membantu untuk penyembuhan penyakit hepatitis A. Dan hal ini bisa Anda coba dirumah karena jus wortel merupakan salah satu terapi pengobatan yang alami.

Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

yang alami.

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A Penyebab

Penyakit Hepatitis A Penyebab – Seseorang menjadi panik karena penyakit hepatitis A biasanya karena tidak mengetahui karakteristik dan perjalanan penyakit hepatitis A. Apabila seorang pendertita hepatitis A atau keluarga terdekat mengenal tipikal penyakit ini maka kecemasan dan kepanikan tidak perlu terjadi. Pada dasarnya penyakit hepatitis A ini bersidat self limited disease (dapat sembuh dengan sendirinya).

Penyakit Hepatitis A Penyebab

Penyakit Hepatitis A Penyebab

PEMERIKSAAN HEPATITIS A

Pemeriksaan serologi merupakan suatu cara untuk mengetahui bagaimna tanggapan tubuh terhadap kuman (virus atau bakteri) yang masuk ke dalam tubuh. Begitu virus masuk dalam tubuh seseorang maka sistem kekebalan tubuh akan memberikan tanggapan. Tanggapan tersebut berupa meningkatnya kadar antibodi tubuh. Antibodi tubuh yang dibentuk sebagai tanggapan terhadap virus hepatitis A adalah IgM anti HAV (hepatitis A virus) dan IgG anti HAV.

Pola penularan virus hepatitis A terjadi melalui fekal-mulut (fekal-oral). Artinya, keberadaan virus tersebut mula-mula di dalam tinja seseorang yang menderita hepatitis A. Kemudian, bisa jadi virus tersebut mengontaminasi makanan, minuman atau peralatan makan yang digunakan orang lain. Seseorang lain itu akan menajdi sakit apabila mengonsumsi atau menggunakan makanan, minuman atau peralatan makan yang telah terkontaminasi virus hepatitis A. Virus hepatitis A akan masuk melalui mulut dan berkembang biak di dalam organ hati (liver).

Penyakit hepatitis A memiliki nama lainnya adalah Infectious Hepatitis, Epidemic Hepatitis, eEpidemic jaundice, Catarrhal jaundice, Type A Hepatitis, secara laboratorium diistilahkan sebagai HAV. Perjalanan penyakit hepatitis A adalah sebagai berikut

  • Biasanya terjadi tiba-tiba suhu badan menjadi panas
  • Nafsu makan yang menurun
  • Rasa mual-mual, rasa tidak enak di dalam perut
  • Malas-malasan dan lemah
  • Kemudian dalam beberapa hari selaput putih mata, telapak tangan dan kulit seperti kekuning-kuningan (jaundice).

Di beberapa negara berkembang Penyakit Hepatitis A Penyebab dimana sanitasi belum memuaskan dalam arti sistem sanitasi masih terbilang belum memenuhi standar kebersihan. Karena salah satu penyebaran dan penularan virus hepatitis A ini melalui tinja atau feses manusia akibat sistem sanitasi yang kurang baik sehingga infeksi virus hepatitis banyak dan mudah terjadi.

Penyakit hepatitis A ini banyak menyerang anak-anak dengan gejala yang tidak jelas dan kalaupun adanya gejala umumnya bersifat ringan dan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Pada keadaan ini diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan serologi untuk memperlihatkan adanya azat antivirus hepatitis A ( IgM HA) di dalam darah si anak. Hilangnya gejala-gejala klinik tersebut di atas kadang-kadang baru hilang setelah beberapa bulan.

Sekitar 15% penderita penyakit hepatitis A bisa kambuh lagi dalam jangka waktu setahun. Berat ringannya Penyakit Hepatitis A Penyebab tergantung dari usia seseorang. Makin tua umur, makin berat gejala yang dikeluhkan. Namun demikian secara keseluruhan angka kematian karena hepatitis A hanya 0,1-0,3%, tetapi ada manula bisa lebih tinggi sampai 1,8%. Kematian biasanya karena jenis hepatitis adalah yang fulminant hepatitis A.

Penyakit hepatitis A dan penyebab adalah :

  1. Orang yang biasanya melakukan kunjungan dari negara dimana penyakit hepatitis A menyerang dan terjadi misalnya adalah di negara berkembang.
  2. Orang yang melakukan kunjungan pada masyarakat pribumi yang di luar kota dan juga daerah yang terpencil.
  3. Pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.
  4. Petugas penitipan anak di siang haru dan juga masa prasekolah
  5. Beberapa petugas kesehatan yang melakukan pelayanan di sekolah.
  6. Penggunaan narkoba yang disuntikkan.
  7. Pasien dengan penyakit hati yang kronis.

Selain itu, penyakit hepatitis A penyebab diakibatkan karena serangan virus yang ditularkan dari kotoran dan juga benda-benda yang digunakan oleh orang lain yang terlebih dahulu sudah mengidap penyakit hepatitis A. Virus ini biasanya akan menempel di peralatan makan jika tidak dicuci dengan baik. Dan hal ini harus diwaspadai dengan baik jika Anda merupakan salah satu orang yang sering makan di pinggir jalan yang kurang terjaga kebersihannya.

PENYEBAB HEPATITIS A

Selain itu, penyebab dari penyakit hepatitis a adalah karena memasak air tidak dengan cara yang benar yang akan menyebabkan munculnya penyakit hepatitis a. Dan selain itu juga penyakit hati hepatitis A bisa diakibatkan karena faktor makanan yang merupkan salah satu penyebab dari hal ini bisa terjadi.

 CARA MENYEMBUHKAN HEPATITIS A

Cara menyembuhkan penyakit hepatitis A bisa dilakukan dengan 2 cara. Cara medis dan juga mengatur pola makan yang sehat serta terkontrol dengan baik. Untuk pengidap penyakit hepatitis A biasanya dianjurkan untuk dirawat dirumah sakit dan dalam menyembuhkan penyakit ini yang paling utama adalah dibagian fungsi hati yaang bisa dipulihkan dan juga dibersihkan dari serangan virus hepatitis A. Agar Anda tidak mengalami penyakit ini lagi, maka perlu diberikan vaksin virus hepatitis A dan paling minimal penyuntikkan dari vaksin hepatitis A ini dilakukan paling tidak adalah setahun 2 kali dan sebaiknya Anda memperhatikan pola hidup sehat yang alami serta menghindari jenis minuman alkohol dan minuman seperti kopi yang mengandung kafein.

Pengaturan dari pola makan yang harus diatur dengan baik. Dan selama proses penyembuhan sedang berlangsung biasanya hal ini akan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan dan paling lama adalah 6 bulan. Pasien wajib untuk berpantangan pada beberap jenis makanan tertentu yang mengandung kandungan gas serta kandungan kolesterol tinggi di dalamnya.

Penyakit Hepatitis A Penyebab

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis A

Seseorang yang baru saja terpapar virus hepatitis A dan sebelumnya belum pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis A harus diberi dosis tunggal vaksin hepatitis A  atau immunoglobulin (IG) (0,02 mL/kg) Hal yang harus dilakukan adalah mencegah penyakit hepatitis A dengan  sesegera mungkin.

  1. Bagi seseorang yang sehat, berusia 12 bulan-40 tahun, diberikan dosis tunggal vaksin hepatitis A.
  2. Bagi yang berusia > 40 tahun, lebih baik diberikan immunoglobulin (IG) atau vaksin hepatitis A bila immunoglobulin tidak tersedia.
  3. Bagi anak-anak yang berusia <12 bulan, orang yang mengalami penurunan system kekebalan tubuh, penderita penyakit hepatitis kronis, dan bagi orang yang vaksinasi hepatitis a merupakan kontra-indikasi berikan IG.
Hepatitis A

Hepatitis A

PENCEGAHAN PENYAKIT HEPATITIS

Mencegah penyakit hepatitis A pada saat melancong (travelling) adalah :

Seseorang yang melakukan perjalanan atau bekerja didaerah endemis hepatitis A disarankan untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A atau immunoglobulin sebelum keberangatannya ke tempat itu.

  1. Dosis tunggal vaksin hepatitis A diberikan sebelum keberangkatan
  2. Seorang dewasa yang mengalami penurunan system kekenalan  tubuh, menderita penyakit hepatitis kronis atau penyakit kronis lainnya, dan yang merencanakan melakukan perjalanan atau bekerja < 2 minggu harus mendapatkan vaksinasi awal dan immunoglobulin.
  3. Anak yang berusia <12 bulan atan alergi terhadap vaksin hepatitis A perlu diberi immunoglobulin (0,02 mL/kg), yang mampu memberikan proteksi efektif lebih dari 3 bulan.

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis A. Di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini telah beredar vaksin hepatitis A yaotu havrix yang mengandung virus hepatitis A yang telah dilemahkan. Hepatitis A merupakan penyakit jaringan hati yang ringan dapat sembuh sendiri, khususnya pada anak. Walaupun gejalanya lebiih nyata dan lebih berat dari hepatitis B, penyakit hepatitis A jarang menyebabkan komplikasi atau kematian. Hepatitis A ditandai dengan gejala demam, mual, lesu, kuning pada mata dan kulit disertai warna kencing yang cokelat kemerahan. Biasanya penyakit ini akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu. penyembuhan pada anak mungkin terjadi dalam waktu yang lebih pendek.

Imunisasi hepatitis A merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis A. Pemberian imunisasi ini dapat diberikan untuk usia di atas 2 tahun. Imunisasi awal menggunakan vaksin Havrix (berisis hepatitis A strain HM 175 yang dinonaktifkan) dengan 2 suntikan dan interval 4 minggu, booster pada 6 bulan setelahnya. Jika menggunakan vaksin MSD dapat dilakukan 3 kali suntikan pada usia 6 dan 12 bulan.

Vaksin virus hepatitis A yang diinaktifkan telah dikembangkan dan terbukti efktif dalam pencegahan hepatitis A. Rekomendasi yang rinci berkenaan dengan penggunaan vaksin hepatitis A, termasuk pada anak, tidak tersedia sebelum dilisensi adalah mungkin bahwa rekomendasi demikian akan memasukkan indivdu risiko karena perjalanan.

Hepatitis A termasuk satu penyakit Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatotropik. Virus hepatitis A tergolong picornavirus dan menular melalui kontak erat dan jalur oral-fekal (misalnya memakan makanan/minuman yang tercemar oleh virus ini). Indonesia merupakan daerah endemis hepatitis virus A.

Untuk mengatasi masalah ini, pilihan yang lebih tepat  untuk mencegah penyakit hepatitis A bagi mereka yang mengalami kontak dengan penderita hepatitis A (pascaparan) adalah dengan memberikan imunisasi pasif dengan imunglobulin.  Imunoglobulin adalah antobodi yang diperoleh dari plasma manusia. Dengan pemberian immunoglobulin maka zat ini segera memberikan respons apabila pada saat itu virus hepatitis A menginfeksi tubuh.  Dapat diibaratkan pemberian immunoglobulin identik dengan memasukkan tentara yang siap perang melawan virus hepatitis A ke dalam tubuh, sedangkan vaksinasi identik dengan memasukkan musuh (antigen) ke dalam tubuh yang memaksa tubuh untuk bereaksi dengan memproduksi tentara (antobodi). Singkat kata, immunoglobulin lebih efektif apabila digunakan sebagai upaya pencegahan pascaparan. Kelemahan imunoglobulin bahwa antibody  ini memberikan perlindungan kira-kira hanya selama 6 bulan.

PENYAKIT HEPATITIS

Hepatitis sendiri merupakan tipe hepatitis yang paling ringan. Hal ini disebabkan infeksi virus hepatotos A (VHA) umumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan jaringan hati. Mereka yang terinfeksi oleh virus ini, 99% dapat pulih sepenuhnya. Hepatitis A menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh VHA.  Vaksin virus hepatitis A yang diinaktifkan telah dikembangkan dan terbukti efektid dalam pencegahan  hepatitis A. Rekomendasi yang rinci berkenaan dengan penggunaan vaksin hepatitis A, termasuk pada anak, tidak tersedia sebelum dilisensi; adalah mungkin bahwa rekomendasi demikian akan memasukkan individu beresiko karena perjalanan.

Dalam melakukan penyembuhan pada penyakit hati hepatitis A, maka selain dengan menggunakan obat medis yang diresepkan oleh dokter, penyakit hepatitis A bisa diobati dengan cara menggunakan konsumsi obat herbal sebagai salah satu jalan alternatifnya. Dan hal ini sudah terbukti secara empiris membantu mengobati penyakit hati. Salah satu ramuan alami yang membantu mengatasi penyakit hepatitis A adalah temulawak. Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang sudah dipercaya khasiatnya dalam menjaga kesehatan tubuh. Salah satu manfaat dari temulawak adalah untuk membantu menyembuhkan penyakit kuning atau penyakit hati. Ekstrak dari temulawak ini saat ini banyak digunakan sebagai obat penyakit hati. Dan selain temulawak, tanaman herbal lainnya yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu mengobati penyakit hati adalah menggunakan jinten hitam serta ekstrak cacing tanah.

Hepatitis A

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis A Menular

Penyakit Hepatitis A Menular – Hepatitis A adalah penyakit yang sangat menular dan virusnya ditemukan dalam tinja yang terinfeksi oleh hepatitis A. Orang yang seperti itu mengeluarkan virus dalam tinja  mereka sekitar dia minggu sebelum dan sekitar lima sampai tujuh hari setelah munculnya gejala.

Penyakit Hepatitis A Menular

Penyakit Hepatitis A Menular

Penyakit Hepatitis A Menular

Virus hepatitis biasanya menyebar melalui :

  1. Kontak Langsung
    Misalnya anda dapat terkena virus hepatitis A dari seorang anak yang terinfeksi jika anda tidak mencuci tangan setelah membersihkan anak yang baru saja buang air besar.
  2. Makanan dan Minuman Yang Terkontaminasi
    Anda dapat terkena hepatitis A setelah meminum air yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan yang dicuci dengan air yang terkontaminasi, seperti sayuran mentah dan moluska (misalnya kerang, siput, dan berbagainya). Hepatitis A juga menyebar cepat melalui tukang masak yang terinfeksi virus dan tidak mencuci tangan mereka setelah buang air besar atau sebelum memasak makanan. Sanitasi yang buruk, ruang yang oenuh sesak dan kebersihan pribadi yang buruk meningkatkan resiko penyebaran infeksi hepatitis A.

Hepatitis A biasanya disebut penyakit perjalanan (travel disease) karena sering terjadi diantara orang bepergian, terutama mereka yang bepergian dari area dimana hepatitis A tidak terlalu sering terjadi. Kendati infeksi nisa menyebar di wilayah manapun, termasuk hotel atau kota yang paling modern, resiko paling tinggi ada pada orang yang tinggal di, atau mengunjungi daerah pedesaan, menjelajahi wilayah terpencil, atau sering makan dan minum di wilayah bersanitasi buruk.

Penularan Penyakit Hepatitis A

Penyakit hepatitis A menular lewat orang yang sudah mengalami infeksi. Orang tersebut biasanya akan menularkannya pada orang lain dimulai dari 2 minggu sebelum menimbulkan suatu gejala sampai kurang lebih seminggu setelah penyakit kuning muncul. Hal ini terjadi paling tidak kira-kira 3 minggu secara menyeluruh. Selain itu, jumlah virus yang besar bisa ditemukan di dalam tinja orang yang mengalami infeksi selama proses penularan sedang terjadi. Virus ini biasanya hidup di lingkungan selama kurang lebih beberapa minggu dengan keadaan yang benar misalnya adalah dalam saliran. Penyakit hepatitis A menular biasanya disaat virus dari orang yang menderita penyakit hepatitis masuk tertelan oleh orang lewat :

  1. Makanan yang sudah terkontaminasi
  2. Miinuman yang sudah terkontaminasi
  3. Menyentuh lampin, seprai, dan juga handuk yang sudah tercemar oleh tinja orang yang menderita penyakit hepatitis.
  4. Hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit hepatitis A.

Penularan penyakit hepatitis A dimulai dari :

  1. Penularan dari orang yang menderita ke orang lainnya dan termasuk salah satunya adalah pelaku homoseksual.
  2. Air minum yang sudah terkontaminasi dengan saliran.
  3. Jenis makanan yang sudah dicemari dengan saliran misalnya adalah kerang-kerangan.
  4. Makanan yang sudah terkontaminasi misalnya adalah oleh pekerja makanan yang bisa menularkan penyakit.

Infeksi penyakit hati hepatitis A yang tetap bisa menjadi suatu masalah untuk orang yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri. Apalagi untuk mereka yang sedang melakukan kunjungan dimana penyakit hepatitis A sangat tinggi terjadi.

Mencegah Penyakit Hepatitis A

Mencegah penyakit hepatitis A menular dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan vaksinasi. Penggunaan vaksinasi yang aman serta efektif pada penyakit hepatitis A. Vaksin ini biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu baru akan bekerja melindungi tubuh.

Vaksinasi diberikan untuk mereka yang mempunyai resiko tinggi menderita penyakit hati hepatitis A, seperti :

  1. Orang yang melakukan kunjungan ke negara yang jumlah penderita penyakit hepatitis A tinggi. Terutama adalah di negara berkembang
  2. Orang yang melakukan kunjungan ke marsyarakat pedalaman di luar kota dan juga didaerah yang terpecil
  3. Pelaku homoseksual
  4. Para petugas penitipan anak disiang haru dan juga masa prasekolah.
  5. Penyandang cacat intelektual dan juga penjaganya.
  6. Petugas kesehatan yang bekerja dengan masyarakat pedalaman.
  7. Petugas saliran
  8. Tukang air leding
  9. Penggunaan narkoba jenis suntik
  10. Mereka yang menderita penyakit hati kronis
  11. Penderita penyakit hemofilia yang kemungknan menerima cairan jenis konsentrat plasma yang terkumpul.

Selain dengan melakukan vaksinasi, cara mencegah penularan dan infeksi ke orang lain adalah dengan melakukan cara dibawah ini :

  1. Sebaiknya jangan memakan makanan dan juga minuman bekas dari orang lain.
  2. Jangan menggunakan peralatan makan bersamaan dengan orang lain.
  3. Jangan menggunakan alat pribadi misalnya handuk dan juga seprai dengan orang lain.
  4. Jangan melakukan hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi penyakit ini.
  5. Sebaiknya mencuci alat makanan dengan air yang bersabun, cucilah handuk dan seprai dengan teratur menggunakan mesin cuci.

Dalam melakukan perawatan penyakit hepatitis A, tidak ada perawatan yang sangat spesifik untuk penyakit hepatitis A menular. Biasanya kontak yang terjadi dirumah dan juga pada pasangan seksual adalah resiko yang paling besar dalam menularkan jenis penyakit hati hepatitis A dan biasanya mereka membutuhkan perawatan suntikan imunoglobulin. Infeksi yang terjadi ini akan dicegah atau bisa dikurangi resikonya jika diberikan dalam waktu selama 2 minggu setelah melakukan kontak dengan orang yang menularkan penyakit.

Diagnosa yang ditegakkan adalah dengan berdasarkan gejala hepatitis pada pasien dan juga hal ini dikonfirmasikan dengan uji tes darah yang dilakukan untuk menunjukkan suatu antibodi IgM pada penyakit hepatitis A.

Penyakit Hepatitis A Menular

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Pencegahan Hepatitis A

Cara Pencegahan Hepatitis APenyakit hepatitis juga disebut-sebut sebagai gejala awal dari timbulnya penyakit liver bahkan bila tingkat penyakit hepatitis sudah dalam keadaan kronis akan berimbas pada penyakit kanker hati. Penyakit hepatitis dan penyakit liver ini memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama.

Cara Pencegahan Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A

Penyakit hepatitis terbagi menjadi hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, D dan E. Pencegahan dapat dilakukan dengan tepat jika kita mengetahui cara-cara penularan berbagai penyakit  hepatitis. Hepatitis A menular melalui makanan dan minuman yang tercemar feses penderita hepatitis A. Kebiasaan membeli makanan dan minuman di sembarang tempat meningkatkan resiko tertular penyakit hepatitis A. Makanan mentah maupun setengah matang berpotensi terkontaminasi virus ini.

Berikut Cara Pencegahan Hepatitis A :

  1. Imunisasi
    Imunisasi sangat efektif sebagai Cara Pencegahan Hepatitis A. Setelah imunisasi tubuh akan menghasilkan antibodi yang merupakan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Imunisasi hepatitis A diberikan pada anak-anak usia antara 2 hingga 18 tahun sebanyak satu kali. Orang dewasa membutuhkan imunisasi ulang (booster) setelah 6 hingga 12 bulan imunisasi pertama. Kekebalan yang didapat dari imunisasi ini dapat bertahan selama 15 hingga 20 tahun. Namun seseorang yang telah diimunisasi dapat terkena hepatitis A jika ia terinfeksi virus hepatitis A antara waktu 2 hingga 4 minggu setelah imunisasi, karena pada saat itu tubuh belum menghasilkan antibodi dalam jumlah cukup.

    Mereka yang sebaiknya mendapatkan imunisasi ini adalah:

  • Pekerja restoran atau yang biasa menangani makana
  • Remaja yang tinggal di asrama pelajar yang mengalami kontak erat dengan teman-temannya.
  • Pekerja dan anak-anak pada tempat penitipan anak
  • Pekerja laboratorium
  1. Imunitas sementara
    Mereka yang sering bepergian ke daerah lain sebaiknya mendapatkan kekebalan sementara untuk mencegah infeksi virus hepatitis A terutama jika daerah tujuannya adalah daerah endemik hepatitis atau daerah yang sanitasinya buruk. Imunitas sementara dapat diperoleh dengan pemberian immunoglobulin (Ig). Ig untuk pencegahan hepatitis A berisi antivirus hepatitis A yang sangat efektif setelah 2 minggu pemberian. Untuk mereka yang harus menetap di daerah endemik, Ig anti virus hepatitis A sebaiknya diulang setiap 3 hingga 5 bulan.
  1. Menjaga kebersihan
    Cara Pencegahan Hepatitis A Mencuci tangan dengan menggunakan sabun  setiap kali selesai buang air besar dan kecil sangat dianjurkan untuk menghambat penularan virus hepatitis A. Hal yang sama perlu dilakukan pula pada saat sebelum makan, mengolah dan menyiapkan makanan.

Orang yang beresiko tinggi untuk terkena penyakit hepatitis A ada beberapa golongan. Misalnya adalah pada anak yang berusia sekitar 12-23 bulan yang sedang melakukan perjalanan ke daerah yang endemis yang resiko penyakit hepatitis A-nya tinggi, serta penderita penyakit hati, dan termasuk diantaranya adalah penderita infeksi penyakit hepatitis B atau C, serta orang yang melakukan transplantasi hati. Pada golongan orang yang beresiko tinggi diantaranya adalah golongan proa homoseksual, dan juga mereka yang menggunakan narkotika jenis intravena atau jenis suntik. Pedagang makanan yang tercatat mempunyai riwayat kesehatan penyakit hepatitis A yang sangat tinggi.

Gejala Penyakit Hepatitis A

Gejala dari penyakit hepatitis A yang kemungkinan ditimbulkan adalah pada masa inkubasi penyakit hepatitis A bervariasi sekitar antara 14-28 hari dengan gejala klinis yang juga mulai bervariasi dari asimptomatik sampai simptomatik. Semua gejala penyakit hepatitis yang muncul tergantung dari usia seseorang. Untuk anak yang berusia dibawah 6 tahun kasusnya terjadi sekitar 70% dan pada kasus ini mereka tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Sedangkan untuk kasus pada orang dewasa terjadi sekitar 85% yang menunjukkan suatu gejala dan juga mereka membutuhkan perawatan lebih intensif lagi.

Gejala umum yang biasanya terjadi adalah :

  1. Demam dengan suhu tinggi
  2. Tidak nafsu makan
  3. Mengalami penyakit diare
  4. Perut terasa mual dan ingin muntah
  5. Perut kembung
  6. Air kemih yang berwarna pekat gelap
  7. Warna kuning pada sekitar mata dan kulit.

Umumnya, penyakit hepatitis A akan bertahan selama kurang lebih 2 bulan, namun untuk jenis kasus tertentu biasanya akan lanjut sampai 6 bulan.\

Diagnosis Penyakit Hepatitis A

Diagnosis yang ditegakkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita atau terinfeksi penyakit hepatitis A atau tidak adalah dilakukan dengan uji laboratoris antibodi pada virus hepatitis A atau anti HAV. Diagnosis dari infeksi penyakit hepatitis A ini dibuktikan lewat IgM anti-HAV yang positif, IgM anti HAV ini akan bertahan lebih lama sekitar 4 bulan, namun untuk beberapa pasien biasanya akan bertahan sampai sekitar 1 tahun dari setelah mengalami infeksi di awal. Dan pemeriksaan lainnya yang menggunakan cara teknik PCR (polymerase chain reaction) yang dilakukan untuk bisa mendeteksi adanya virus yang ada di dalam serum sampai sekitar 21 hari setelah gejala tersebut muncul. Terapi yang dilakukan untuk melakukan suatu pencegahan penyakit hepatitis A adalah dengan terapi suportif seperti tirah baring, menghindari aktivitas fisik yang sangat berat dan jangan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol.

Untuk Anda yang mendapatkan perawatan di rumah sakit, maka hal yang harus Anda perhatikan adalah :

  1. Dokter rumah sakit harus melaporkan kepada Anda mengenai penyakit hepatitis A kepada unit kesehatan umum setempat dengan rahasia.
  2. Staf dari unit kesehatan umum biasanya bekerja sama dengan dokter, pasien dan juga keluarga pasien untuk bisa menentukan kontak pendekatan mengenai resiko infeksi dan juga mengatur agar orang yang menghadapi resiko bisa menerima.

Cara Pencegahan Hepatitis A

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Umum Hepatitis A

Gejala Umum Hepatitis APenyakit hepatitis A memang masih tergolong penyakit yang tidak terlalu berbahaya karena jarang sekali yang menyebabkan kematian. Penyakit hepatitis A ini disebabkan oleh penyebaran virus hepatitis A atau VHA yang dapat ditularkan melalui makanan atau minuman dan sumber lainnya yang terkontaminasi secara langsung tanpa kita ketahui. Umumnya penularan vrius hepatitis A ini melalui fecal oral yakni suatu virus yang ditemui pada feses manusia.

Gejala Umum Hepatitis A

Gejala Umum Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A

Setelah berkembang penyakit hepatitis A ini ternyata tidak hanya ditulakan melalui feses manusia, namun dapat menular melalui makanan atua minuamn yang terkontaminasi bahkan dapat tertular melalui hubungan seksual dengan penderita hepatitis A.

Umumnya gejala penyakit hepatitis A ini sama dengan gejala penyakit lainnya, terutama pada penyakit liver atau hati atau yag lebih dikenal di masyarakat luas sebagai penyakit kuning yang merupakan gejala awal dari penyakit hepatitis A ini.

Gejala Umum Hepatitis A ini adalah :

1. Tubuh yang mulai merasa mudah kelelahan
2. Diikuti rasa ingin muntah karena mual
3. Nyeri perut, terutama pada bagian di daerah hati/liver yang terletak di sisi kanan bawah tulang rusuk
4. Mulai kehilangan nafsu makan
5. Tubuh demam
6. Perubahan pada warna urine yang berwarna gelap atau sedikit kecokelatan
7. Nyeri sendi
8. Perubahan pada warna putih mata menjadi kuning (jaundice) yang merupakan gejala yang paling menonjol diantara gejala lainnya dan gejala ini merupakan gejala yang mudah diketahui.

Virus penyakit hepatitis A yang paling menular secara fekal-oral, baik dimulai dari manusia ke manusia atau juga terjadinya pada kontak makanan atau juga air yang mengalami kontaminasi dengan feses yang sudah terinfeksi. Pada proses penularan biasanya akan terjadi sekitar 2-3 minggu sebelum gejala penyakit hepatitis A munvul sampai 8-19 hari setelah gejala pertama muncul. Penularan dari penyakit hepatitis A yang mudah terjadi biasanya adalah didaerah yang beresiko paling tinggi seperti infeksi serumah dan juga tempat penitipian anak. Dan selain itu juga, penularan yang terjadi bisa saja dirumah sakit dan dikolam renang yang klorinisasinya terjadi dengan tidak baik walaupun kasusnya jarang.

Perawatan Penyakit Hepatitis A

Perawatan yang dilakukan pada penyakit hepatitis A adalah :

  1. Melakukan tirah baring disaat gejala penyakit hepatitis A masih muncuk, mobilisasi yang terjadi secara berangsur akan dimulai jika ada gejala dan juga keluhan yang mulai berkurang, bilirubin dan juga transminase serum yang akan mengalami penurunan. Aktivitas yang normal akan dimulai setelah gejala mulai hilang dan data dari lab menunjukkan keadaan normal.
  2. Diet khusus untuk penderita penyakit hepatitis adalah mengurangi jumlah kalori dan juga protein yang adekuat yang disesuaikan dengan selera dari penderita, dan kadang juga pemasukan antara nutrisi serta cairan akan mengalami penurunan akibat dari rasa mual dan juga muntah yang terjadi sehingga harus ditunjang dengan asupan nutrisi dari parentral : infuse Dekstrose 10-20% dengan 1500 kalori dalam sehari.

Pencegahan umum yang bisa dilakukan pada penderita penyakit hepatitis a adalah :

  1. Perbaikan kesehatan dan kebersihan dari makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi
  2. Selain itu perbaikan dari kebersihan sanitasi lingkungan pribadi
  3. Isolasi pasien biasanya dilakukan dengan anak dilarang ke sekolah atau juga jangan menitipkan anak pada penitipan anak sampai selama 2 minggu sesudah gejala penyakit hepatitis A muncul.

Sedangkan pencegahan yang khusus dilakukan pada penyakit hepatitis A adalah dengan memberikan immunoglobulin normal pada manusia yakni adalah NHIG : Normal Human Immune Globulin. Pembersian aktif dengan vaksin HAV yang diinaktifasi.

Hal yang harus Anda ketahui mengenai penyakit hepatitis A adalah penyebaran dari virus hepatitis A. Penyakit hati hepatitis disebabkan karena serangan virus yang menyebar lewat kotoran dan juga tinja penderita misalnya adalah lewat makanan, selain itu bisa juga dari hubungan seksual atau juga lewat darah. Penyakit hepatitis kadang bisa memunculkan suatu komplikasi seperti leptospirosis, sifilis, tuberkulosis, toksoplasmosis, dan juga amebiasis, yang semuanya ini lebih peka pada suatu pengobatan yang khusus. Penyebab dari noninfeksiosa biasanya adalah meliputi penyumbatan pada empedu, sisosi empedu primer, akibat keracunan obat dan juga terjadinya suatu hipersensitivitas obat.

Komplikasi lain yang terjadi pada penyakit hepatitis A hampir tidak ada, terkecuali yang terjadi pada lansia atau juga pada seseorang yang memang sudah mengalami dan menderita penyakit hati kronis atau penyakit sirosis. Hati harus berfungsi dan bekerja dengan baik untuk membantu menguatkan sebagian besar obat-obatan yang diminum. Obat yang tidak menimbulkan suatu gejala buruk apapun disaat kita sedang sehat akan membuat keadaan kita bisa menjadi semakin parah jika kita mengalami penyakit hepatitis. Ini juga berlaku pada minuman beralkohol, obat aspirin, jamu-jamuan dan juga obat-obatan terlarang jenis narkotika. Karena salah satu tugas hati adalah dalam membantu menguraikan zat-zat yang ada di dalam darah dan juga terjadinya beban yang bisa menjadi semakin berat.

Diagnosis yang dilakukan pada penderita penyakit hepatitis A dilakukan dengan tes darah yang menunjukkan suatu hal yang positif pada antibodi virus tadi. Tes yang lebih tepat dilakukan jika kadar ALT atau serum alanine aminitransferase dan juga AST asparaten aminotransferase yang menunjukkan suatu gekala pada angka diatas yang normal.

Gejala Umum Hepatitis A

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Virus Hepatitis A

Virus Hepatitis APenyakit hepatitis A merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis dalam kategori penyakit hepatitis yang cukup ringan dan dapat disembuhkan dan jarang sekali menyebabkan kematian. Penyakit hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA) yang penyebarannya dapat melalui feses berasal dari makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kuman atau virus.

Virus Hepatitis A

Virus Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A

Penderita hepatitis A umumnya terinfeksi dari orang terdekat atau konsumsi makanan atau minuman yang sering mengandung virus hepatitis A. Biasanya yang paling sering adalah buah-buahan dan sayuran yang masih mentah sehingga mudah terkontaminasi virus penyakit hepatitis A. Keadaan lingkungan sekitar yang kurang bersih juga memberi pengaruh yang cukup besar terhadap penyebaran virus hepatitis A.

Konsentrasi virus dalam kotoran penderita masih tetap tinggi 2 – 3 minggu setelah gejala penyakit muncul. Sedangkan air ludah dan cairan tubuh penderita mempunyai konsentrasi rendah. Virus hepatitis A /VHA bertahan hidup 3 – 4 jam dalam ruang suhu normal. Di sini peralatan makan atau makanan yang tercemar VHA dengan sendirinya akan mudah menularkan penyakit ini. Tapi tidak menutup kemungkinan, penyakit Hepatitis A bisa juga menular melalui kontak langsung, melalui hubungan seksual.

Penyakit hepatitis merupakan salah satu peradangan yang terjadi di hati akibat dari berbagai penyebab. Penyakit hepatitis yang biasanya terjadi kurang dari 6 bulan biasanya disebut dengan penyakit hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan biasanya disebut dengan penyakit hepatitis kronis. Sedangkan penyakit hepatitis A merupakan hepatitis yang bergenus Heparnavirus yang biasanya menyerang anak-anak dan juga kaum dewasa muda.

Penyakit hepatitis a dikenal dengan istilah penyakit kuning. Cara penularan dari penyakit ini berbeda dengan jenis penyakit hepatitis B dan penyakit hepatitis C. Penularan yang terjadi bisa saja lewat makanan dan minuan yang sudah terkontaminasi dengan virus tersebut. Sifatnya stabil, sel hati yang menyembunyikan virus di dalam empedu untuk setelah itu menyebabkan virus menjadi masuk ke dalam saluran pencernaan. Akibat penyebab tersebut, tinja dari penderita penyakit hepatitis akan memiliki konsentrasi yang tinggi selama periode infeksi terjadi.

Ciri-ciri Penyakit Hepatitis A

Ciri-ciri yang khas dari virus hepatitis A adalah HAV merupakan salah satu virus penyakit A merupakan salah satu anggota famili pikorviradae, HAV adalah partikel yang bentuknya bulat dengan ukuran 27-32-mm dan juga mempunyai simetri kubik, namun tidak mempunyai selubung serta tahan akan panas dan juga asam. Partikel ini biasanya mempunyai genom RNA yang beruntai tunggal dan juga linearnya dengan ukuran 7,8 sehingga sudah cukup jelas bahwa virus penyakit hepatitis A menjadi genus dari pikornavirus yang baru, Heparnavirus. Penyakit hepatitis A mempunyai suatu pravalensi yang sangat tinggi.

Gejala hepatitis A adalah disaat terekspos sampai terkena penyakit kira-kira adalah 2-6 minggu. Gejala dari penyakit hepatitis yang biasanya muncul sifatnya adalah akut, misalnya adalah :

  1. Gejala sakit flu
  2. Mual dan muntah
  3. Demam tinggi
  4. Sakit kepala terus menerus
  5. Air seni yang berwarna agak pekat
  6. Warna kuning pada mata
  7. Kulit jadi berwarna agak kekuningan
  8. Perut agian kanan akan terasa sakit dan agak bebal.

Namun pada anak biasanya gejala penyakit hepatitis A yang terjadi tidak terlalu mencolok misalnya adalah :

  1. Demam yang terjadi dengan tiba-tiba
  2. Hilangnya nafsu makan.

Penyakit hepatitis akan menimbulkan beberapa komplikasi lainnya misalnya aseperti :

  1. Leptospirosis
  2. Sifilis
  3. Tuberkulosis
  4. Toksoplasmosis
  5. Amebiasis

Semuanya ini merupakan suatu bentuk kepekaan pada obat yang khusus. Dan penyebab noninfeksiosa meliputi suatu penyumbatan pada empedu, sirosis empedu primer, akibat keracunan obat dan juga suatu rekasi dari hipersensitivitas obat.

Jika gejala penyakit hepatitis A sudah mulai menunjukkan suatu gejala mata kuning dan kulit yang berwarna kuning. Gejala yang terjadi biasanya adalah selama 2-6 minggu. Obat yang paling manjur untuk membantu mengatasi hal ini adalah istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang mengandung gizi baik dan juga tidak lupa untuk melakukan pengobatan dari dokter yang harus diikuti dengan teratur.

Anda lebih baik melakukan pencegahan dibandingkan dengan melakukan pengobatan. Hal ini juga berlaku pada penyakit hepatitis A, dan lebih baik jika kita mencegah penyakit hepatitis bukan? Mulailah dengan dari hal yang kecil yakni dengan membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan dan juga dengan menggunakan sabun saat mencuci tangan. hal ini juga berlaku disaat Anda sedang mencuci sayuran dan buah-buahan yang hendak kita makan. Tujuannya adalah agar kuman yang ada di dalam buah dan sayuran tersebut tidak akan masuk ke dalam tubuh.

Jika salah satu anggota keluarga Anda menderita penyak hepatitis A maka Anda harus menghindari penggunaan dari peralatan makanan dan minum agar tidak digunakan secara bersamaan. Hal ini dikarenakan virus hepatitis itu akan sangat mudah sekali untuk bisa menular kepada orang lain. Sebaiknya jangan lupa makan, mengonsumsi jenis makanan yang bergizi misalnya seperti minum air putih, melakukan olahraga secara teratur dan juga mendapatkan vaksinasi penyakit hepatitis. Untuk melakukan vaksinasi maka Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter Anda.

 Virus Hepatitis A

Posted in Penyakit Hepatitis A | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment