Penyakit Hepatitis A dan Pengobatannya

Hepatitis virus akut muncul terutama disebabkan oleh hepatitis virus A (HVA), hepatitis virus B (HVB) atau hepatitis virus non A non B (HVNANB). Virus lainnya antara laina dalah Cytomegalovirus, virus Epstein-barr.

Manifestasi klinis dari hepatitis virus dapat ikterik atau non ikterik. Pada fase praikterik (fase prodromal) terdapata sedikit demam, anoreksi, mual, muntah-muntah dan nyeri perut, berlangsung dari beberapa hari sampai dua minggu. fase ikterik biasnaya muncul sesudah gejala demam dan gejala gastrointestinal mereda, sklera menjadi ikterik dapat diikuti dnegan urine berwarna gelap, pembesaran hati disertai rasa nyeri dan splenomegali.

hepatitis-a

Perjalanan penyakit hepatitis virus A biasanya akut, sedangkan pada hepatitis virus B atau non A dan non B biasanya sama-samar, namun cenderung menjadi lebih berat.

Dalam perjalanan penyakit-penyakit virus ini disertai adnaya gambaran laboratorik yang spesifik, baik pada pemeriksaan kimia darah untuk faal hati maupun pemeriksaan serologisnya.

Pada pemeriksaan kimia darah faal hati akan didapatkan kenaikan kadar SGOT, SGPT, serta bilirubin sedangkan pada pemeriksaan serologi akan memberikan gambaran positif dari HBsag, IgM anti-HAV dan IgM anti HBC.

Apapun bentuk dari hepatitis. Hepatitis tetap harus dicegah dan diobati dengan pemberian vaksin yang disesuaikan dengan usia dan jangkat waktu pemberian vaksin. Selain pemberian vaksin, perlu dilakukan pencegahan dan pengobatan yang dilakukan oleh seluruh lapisan baik pemerintah maupun masyarakat.

Berikut bentuk dari pencegahan dan pengobatan untuk menghindari penyakit hepatitis A, adalah :

1. Masyarakat diberikan penyuluhan agar memelihara sanitasi dan kebersihan sehari-hari seperti membiasakan mencuci tangan sebelum makanan atau setelah mengganti popok anak.

2. Perbaikan sanitasi pembuangan tinja dan sampah disertai penyediaan sarana air bersih yang menjangkau segenap masyarakat.

3. Di negara maju sudah membrikan vaksinasi hepatitis A terutama kepada golongan berisiko tinggi terinfeksi seperti kelompok Homoseksual dengan pasangan seksualnya, antara para pengguna obat narkotika jenis suntikan, petugas laboratorium yang sehari-hari bekerja menangani penderita atau pelancong yang akan berpergian ke negar berkembang seperti Asia dan Afrika.

4. Pemberian vaksin ulangan (booster) bermanfaat untuk perlindunggan terhadap infeksi virus hepatitis A dalam waktu yang lebih lama.

Di Indonesia, kiranya vaksinasi hepatitis A belum masuk rangking pemegang kebijakan kesehatan, karena hepatitis A tidak mematikan dan tidak menimbulkan penyakit hati yang kronis. Masih banyak penyakit lain yang lebih mematikan dan menimbulkan masalah yang belum tergarap.

5. Penderita yang terlihat sedang kuning (sudah di konfirmasi secara laboratorium) sebaiknya dipisahkan dari keluarga lain sekitar 1 minggu. tetapi bila gejala kuning berlalu, besar kemungkinan penderita sudah tidak mengeluarkan virus lagi, berarti sudah aman bersama-sama keluarga lagi.


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis A and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>